Total Tayangan Halaman

Selasa, 10 Mei 2011

Sebuah Episode










Sebuah Episode



Sekali waktu mungkin kita perlu keluar dari dalam diri kita, dari kehidupan kita dan kemudian memandang kehidupan diri kita sendiri atau kehidupan anak manusia lainnya seperti kita sedang di dalam ruang teater memandangi sebuah episode yang sedang di putar.
Di dalam ruang teater, ketika lampu ruangan di gelapkan, sebagai tanda kalau sebuah episode akan di putar.


FADE IN* :
sebuah transisi dari layar gelap kemudian muncul gambar demi gambar
waktu demi waktu

mengalir
memainkan sebuah lakon
sebuah kisah
sebuah cerita
sebuah episode

anak manusia
yang ditulis oleh si PENULIS CERITA

terhenyak
ada lakon yang tak meng-enakkan

lakon perih,
resah gelisah,
menimbulkan sedih dan ketakutan
tanpa terasa air mata yang meng-amini kalau lakon itu tidak lah meng-enakkan

lakon demi lakon
terus mengalir
ada setitik cahaya
secercah harapan
lakon tak meng-enakkan itu mesti lah berakhir
karena itu lah kehidupan
yang tak pernah diam
terus bergerak
terus mencari celah

mencipta sebuah titik
hingga sketsa
karena mimpi adalah tempat penyemaian kenyataan
karena mimpi adalah cita-cita yang belum di segera kan

dari cita-cita

jadi suka cita
lakon demi lakon

terus mengalir
perih, gelisah, sedih dan ketakutan yang memberikan manfaat yang setimpal yaitu : hikmah
membuat kita tersenyum walau pahit
terus berhikmah sambil tersenyum
dan yakin akan terasa manis
hingga lakon itu bisa membuat kita terbahak bahak menertawai hidup itu sendiri ...
dari sebuah catatan si PENULIS CERITA
menjadi sebuah scene"
scene demi scene yang dibungkus waktu
menjadi sebuah episode seorang anak manusia ...
FADE OUT * :
sebuah transisi dari layar yang menampakkan gambar demi gambar mulai mredup hingga yang ada hanyalah layar gelap ...
Ruang gelap pun mulia terang, penonton mulai beranjak pulang, satu demi satu orang pu keluar hingga ruang teater itu pun sepi kembali.
menunggu sang waktu
memutar kembali sebuah episode ...


bogor, 22 mei 2010

wans_sabang


Menawarkan Tempat Wisata Yang Berbeda

Menawarkan Tempat Wisata Yang Berbeda






Ber wisata lah ke RUMAH SAKIT, agar kita bisa merasakan nikmat nya : SEHAT.
Buat orang yang sakit, SEHAT adalah harta yang tak ternilai harga nya, berapa pun uang yang harus dibayarkan ke rumah sakit agar seseorang bisa sembuh dari sakitnya dan sehat seperti sedia kala.







Berwisata lah ke PENJARA agar kita bisa merasakan bagaimana nikmatnya : KEBEBASAN atau KEMERDEKAAN.
Pernahkah kita berfikir apa yang telah dilakukan oleh orang tersebut hingga ia dipenjara?. Dan Bagaimana rasa nya ia hidup di dalam penjara?.
Bayangan-bayangan seperti itu hendak nya menjadi kan kita untuk menjadi  orang yang selalu berhati-hati dalam bertindak, apakah tindakan kita telah melanggar hukum manusia? atau mungkin telah melanggar hukum Tuhan?.
Begitu berarti nya sebuah kebebasan atau kemerdekaan bagi orang yang terpenjara, berapa pun akan ia bayar untuk bisa membeli kemerdekaan nya, institusi kepolisian dan pengadilan bisa ia suap  dan ia sulap karena uang.yang ia miliki.
Tapi bagaimana dengan hukuman Tuhan (penjara Tuhan, dibaca)?,
Adzab Tuhan nanti amat pedih dan tidak bisa ia suap atau sulap dengan  berapa pun jumlah uang yang dimiliki nya.
Itu pun jika ia yakin dan percaya akan ada nya hari PEMBALASAN nanti.






Ber wisata lah ke RUMAH SAKIT JIWA, agar kita bisa merasakan nikmat nya AKAL.
Akal yang sehat yang kita gunakan untuk berfikir, memilih mana yang baik dan buruk?, dan akal yang kita gunakan untuk memilih mana yang benar dan salah?, mana yang tidak melanggar atau melanggar hukum?.
Ketika nikmat akal sehat yang telah Tuhan berikan telah kita abaikan dan sia-sia kan, stress bahkan mungkin bisa membuat kita gila dan di rawat di rumah sakit jiwa.








Ber wisata lah ke PANTI-PANTI JOMPO, agar kita bisa merasakan nikmatnya MASA MUDA.
Untuk apa saja umur yang telah Tuhan berikan  kepada kita?.
Ketika semua telah tua renta, tidak ada daya dan tenaga lagi, ketika pikun dan rabun mulai merayapi diri kita, akan kah rasa sesal kita akan bermanfaat?.






Berwisatalah ke lokasi BENCANA ALAM, agar kita tahu apa arti KEBERUNTUNGAN yang Tuhan berikan kepada kita.
Siapakah orang yang tahu, kalau ia akan tertimpa bencana?. Apalagi bencana alam yang menimpa banyak orang, terkadang bencana itu datang dengan tak di sangka-sangka atau diperkirakan sebelumnya.
Kenapa mereka atau orang lain yang tertimpa bencana? dan kenapa bukan kita ?, pernah kah kita merenungi sampai sejauh itu ?.
Jawab nya ternyata kita lebih beruntung di bandingkan dengan mereka atau orang-orang yang di timpa bencana dan agar hati kita turut merasakan juga kepedihan, kemalangan dan kesedihan mereka.

Jika anda belum pernah mengunjungi tempat-tempat seperti ini secara langsung maka sebenarnya anda senantiasa berada dalam keadaan nikmat tapi anda telah LUPA dan tidak mau  menyadarinya.
KESEHATAN, KEMERDEKAAN, MASA MUDA dan KEBERUNTUNGAN yang Tuhan telah berikan, apakah akan kita sia-sia kan begitu saja?.
Nikmat Kesehatan, Kemerdekaan, Masa Muda dan Keberuntungan memberikan kita banyak kesempatan agar kita menjadi orang yang bermanfaat bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi juga bermanfaat untuk orang banyak.


Life is a Miracle ... day by day
(catatan ke : 2)



Bogor, 24 Juli 2010

wans_sabang

Life is a Miracle


 
(catatan ke : 1)
Ke ajaiban, ke ajaiban, ke ajaiban.
Begitu selalu yang ku mohon kepada Tuhan, dengan tak bosan-bosan nya, hingga ku berharap a Miracle (sebuah ke ajaiban) yang dapat men sugesti pikiranku.
Juga berharap agar Tuhan dapat melepaskan belenggu yang ada di dalam pikiranku menjadi sebuah pikiran yang polos, putih, bersih dan tanpa persepsi.
Kun fa ya kuun ...
Bukankah Tuhan telah memberikan ke ajaib an itu sejak kita lahir?, Ke ajaiaban yang telah ada di dalam diri kita sendiri, yaitu : Pikiran Kita Sendiri.
Bukan kah Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang (suatu kaum), jika orang (kaum) tersebut tidak punya kemauan untuk merubahnya. Atau sebaliknya, Tuhan pasti akan mengubah nasib seseorang (suatu kaum) jika orang (kaum) tersebut punya kemauan untuk merubah nasib nya.
Kesepakatan pikiran dan hati melahirkan tekad atau kemauan yang kuat dan murni, apalagi dengan dilandasi Iman sehingga melahirkan tekad atau kemauan yang bertujuan.
Kebebasan berfikir untuk menentukan nasib kita sendiri adalah sumber kekayaan yang telah diberikan Tuhan kepada setiap orang. Kebebasan untuk menentukan dan memilih : ingin sukses atau gagal?, tergantung diri kita sendiri.
Karena ke suksesan adalah hak setiap orang.
Gunung Jaha Lestari , Bogor, 22 Juli 2010

Kamis, 08 April 2010

SEJIWA - WANS SABANG




sejiwa

di cermin itu aku, dan bukan kamu !

di kilap pisau itu aku, dan bukan kamu !

ku tikam daya mu lelah, hingga kau lemah
dan aku tetap saja resah …
ku tikam jiwa mu mati, itu aku, aku dan aku …

di cermin itu ada aku dan kamu terkapar mati,

karena yang ku tikam adalah jiwa ku juga …


(sejiwa, 8 april 2010, wans_sabang)